Jumat, 14 Februari 2014

Beberapa Ilmu Sosial dalam Pengertian, Konsep, dan Teori.



A. ILMU EKONOMI
            1.) Pengertian Ilmu Ekonomi
Istilah ekonomi berasal dari bahasa yunani, yaitu oikosnamos atau  oikosnomia yang artinya manajemen urusan rrumah tangga, khususnya penyediaan dan administrasi pendapatan. Ilmu ekonomi merupakan studi tentang perilaku manusia dalam memilih cara mengunakan sumber daya yang langka dan pemilihan beberapa alternatifpenggunaannya dalam rangka memproduksi berbagai komoditi untuk kemudian menyalurkannya.
      2.) Konsep Ilmu Ekonomi (Konsumsi)
Secara sederhana, pengertian konsumsi adalah segala tindakan manusia yang dapat menimbulkan turun atau hilangnya faedah atau nilai guna suatu barang. Pengertian lain tentang Konsumsi yaitu sebagai pengeluaran untuk barang dan jasa, seperti mobil, perumahan, pakaian, makanan, pengobatan, dan lain sebagainya.
      3.) Teori ( Teori Ekonomi Klasik “Adam Smith” )
Teori ini merupakan karya Adam Smith yang dituangkan dalam buku An Inquiry into Nature and Causes of the Wealth of Nations (1776), smith memusatkan perhatiannya pada persoalan persoalan umum, yaitu bagaimana meciptakan kerangka politik dan social yang mendorong pertumbuhan emonomi secara swasembada, adapun pokok pokok teorinya adalah:
a.       Kebijaksanaan Pasar Bebas
Tercapainya suatu keterlibatan pemerintah yang minimum untuk mencapai suatu bentuk persaingan yang sempurna maka secara otomatis harus bebas atau campur tangan pemerintah seminimal mungkin.
b.      Keuntungan Merangsang bagi Investasi
Menurut teori ini keuntungan meransang investasi yang artinya semakin besar keuntungan, semakin besar pula akumulasi modal dan investasi.
c.       Keuntungan Cenderung Menurun
Artinya, keuntungan tidak naik secara terus menerus, namun cenderung menurun apabila persaingan untuk menghimpun modal antarkapitalis meningkat.
d.      Keadaan Stationer
Para ahli ekonomi klasik meramalkan akan timbulnya keadaan stationer pada akhir proses pemupukan modal dimana sekali keuntungan menurun dan akan berlanjut sampai menjadi nol

      BAHASAN PENULIS
      Ilmu ekonomi merupakan ilmu yang identik dengan proses produksi, konsumsi, dan distribusi. Oleh karena itu saya, mengangkat konsep konsumsi yang merupakan kegiatan umum dari manusia. Namun pemahaman tentang konsumsi lebih cendrung ke makanan, padahal konsumsi itu meliputi barang dan juga jasa. Contohnya, membeli pakaian untuk menutupi tubuh dan melindungi dari panas atau dinginnya cuaca merupakan kegiatan konsumsi barang, pergi ke salon untuk mempercantik penampilan juga merupak kegiatan konsumsi, yaitu konsumsi jasa.
      konsep konsumsi ini perlu dipahami oleh kita semua, karena sangat bermanfaat untuk mengatur pola konsumsi kita yang terkadang tidak dapat terkontrol. Bahkan kadang melebihi pendapatan kita sendiri atau yang lebih dikenal dengan istilah “besar pasak dari pada tiang”. Hal ini tentu akan menyulitkan kita, karena akan muncul hutang untuk memenuhi kebutuhan konsumsi kita yang tidak sesuai dengan pendapatan. Oleh karena itu memahami konsep konsumsi sangatlah penting, dengan mengatur konsumsi kita lebih rendah dari pada pendapatan, maka kita dapat menyisihkan uang yang suatu saat akan berguna jika ada keperluan mendadak.
      masalah konsumsi di Indonesia tengah menjadi perhatian bagi pemerintah, hal ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan perkapita. Konsumsi pada masyarakat di minimalkan dengan adanya pelayanan jasa gratis dan juga pemberian subsidi untuk barang barang kebutuhan tertentu.  Dengan adanya kebijakan tersebut diharapkan masyarakat yang berpenghasilan rendah dapat mengurangi beban konsumsinya sehingga pengeluaran untuk konsumsi dapat terkurangi dan dapat menggunakan pendapatannya yang berlebih untuk di tabung (saving) sehingga meningkatkan angka pendapatan perkapita Negara.

B.ILMU ANTROPOLOGI
            1.) Pengertian Ilmu Antropologi
Istilah antropologi berasal dari bahasa Yunani, asal kata anthropos berarti manusia, dan logos berarti ilmu. Dengan demikian, secara harfiah antropologi berarti ilmu tentang manusia. Para ahli antropologi sering mengemukakan bahwa antropologi merupakan studi tentang umat manusia yang berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia perilakunya, dan untuk memperoleh pengertian ataupun pemahaman yang lengkap tentang keanekaragaman manusia. Jadi, antropologi merupakan ilmu yang berusaha mencapai pengertian atau pemahaman tentang manusia dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik, masyarakat, dan kebudayaannya.


            2.) Konsep Ilmu Antropologi (Budaya)
Istilah kebudayaan (culture) berasal dari bahasa latin, yakni cultura dari kata dasar colere yang berarti berkembang tumbuh. Namun secara umum pengertian kebuyaan mengacu pada kumpulan pengetahuan yang secara sosial diwariskan dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Makna itu kontras dengan pengertian budaya sehari hari yang hanya menunjuk pada bagian bagian tertentu masalah social, yakni tradisi sopan santun dan kesenian.
      3.) Teori ( Teori Orientasi Nilai Budaya “Kluckhohn” )
Teori ini dirintis oleh sepasang suami istri antropologi Clyde Kluckhohn dan Florence Kluckhohn yang diuraikan dalam serangkaian karangannya. Isi dari teori orientasi nilai budaya tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:
a.       Dalam kaitannya dengan makna hidup manusia, bagi beberapa kebudayaan yang menganggap bahwa hidup itu adalah sumber keprihatian dan penderitaan maka kemungkinan variasi konsepsi orientasi nilai budayanya dirumuskan Kluckhohn dengan kata evil. Sebaliknya, dalam banyak kebudayaan yang mengaggap hidup itu adalah sumber kesenangan dan keindahan, dirumuskan dengan kata good,
b.      Berkenaan dengan hubungan manusia dengan alam sekitarnya, banyak kebudayaan yang mengkonsepsikan alam sedemikian dahsyat dan sempurna sehingga manusia sepatutnya tunduk saja kepadanya (subjugation to nature). Namun, terdapat juga kebudayaan yang mengajarkan kepada warganya sejak usia dini, walaupun alam bersifat ganas dan sempurna, nalar manusia harus mampu menjajaki rahasia-rahasianya untuk menaklukkan dan memanfaatkannya guna memenuhi kebutuhan (mastery over nature). Juga terdapat pula alternative lain yang menghendaki hidup selaras dengan alam (harmony with nature).
c.       Dalam kaitannya dengan presepsi manusia dengan waktu, ada kebudayaaan yang mementingkan masa sekarang (present)., sementara banyak pula yang berorientasi ke masa depan (future). Kemungkinan untuk tipe pertama adlah pemboros, sedangkan untuk tipe kedua adalah manusia yang hemat.
d.      Dalam kaitannya dengan makana dari pekerjaan, karya dan amal perbuatan manusia, banyak kebudayaan menganggap manusia bahwa manusia bekerja untuk mencari makan, selain untuk berproduksi. Hal itu dirumuskan Kluckhohn dengan kata being. Sebagian kebudayaan menganggap hidup itu lebih luas daripada bekerja, seperti menolong orang lain, dikelompokannya dalam kata doing.
e.       Dalam kaitannya dengan hubungan antarsesama manusia, banyak kebudayaan yang mengajarkan sejak awal untuk hidup bergotong royong (collaterality) sertai menghargai terhadap perilaku pemuka-pemukanya sebagai acuan kebudayaan sendiri (lineality). Sebaliknya, banyak kebudayaan yang menekankan hak individu untuk mandiri maka orientasinya adalah mementingkan mutu dari karyanya, bukan atas senioritas kedudukan, pangkat, maupun status sosialnya.

      BAHASAN PENULIS
Antropologi secara  sempit dapat diartikan sebagai ilmu tentang suku dan budaya. Oleh karena itu saya mengangkat konsep tentang budaya. Budaya yang dimiliki oleh suatu Negara merupakan asset yang sangat penting dan harus di jaga oleh setiap warganya, karena merupakan warisan dari leluhur dan merupakan cirikhas dari suatu Negara. Budaya yang dimiliki oleh suatu Negara juga mempengaruhi asumsi orang lain tentang bagaimana keadaan masyarakat Negara tersebut. Semakin indah dan ramah budaya suatu Negara maka masyarakatnya pasti memiliki kesesuaian dengan apa yang di perlihatkan secara tersirat di dalam kebudayaan tersebut. Karena tidak mungkin budaya contohnya tarian yang lemah gemulai dimiliki oleh masyarakat yang berkarakter keras.
Konsep tentang budaya sangat perlu untuk dipahami. Mempelajari budaya sendiri sangatlah penting, karena akan menimbulkan rasa bangga terhadap budaya daerah sendiri dan menimbulkan niat untuk menjaga budaya itu serta melestarikannya. Tetapi dampak negative dari budaya ini yaitu sifat yang muncul terhadap masyarakatnya karena terlalu mencintai budayanya sehingga menganggap budaya sendiri lebih baik dari budaya lain. Hal ini lah yang perlu di antisipasi oleh Negara multicultural seperti di Negara kita sendiri, salah satunya yaitu menanamkan rasa nasionalisme sejak bahwa walaupun berbeda suku dan budaya kita tetap satu di dalam suatu Negara.
Indonesia meiliki begitu banyak budaya, bahkan di dalam suatu kebudayaan terdapat sub sub kebudayaan lainnya. Oleh karena itu banyak sekali kasus pengakuan kepemilikan budaya kita oleh Negara lain. Hal ini karena mulai memudarnya budaya itu didalam negeri sendiri yang sedangkan di Negara mereka kebudayaan tersebut masih terjaga. Penyebab kebudayaan tersebut masuk ke Negara mereka karena masyarakat Indonesia yang umumnya masyarakat  perantau yang merantau kenegara tersebut dengan membawa budaya daerahnya sehingga berkembang pula di Negara tersebut. Untuk mengantisipasi itu alangkah baiknya kita tetap terus melestarikan budaya tersebut. Pemerintah juga telah mengambil peran dalam kasus ini diantaranya memngajukan hak engakuan kepemilikan budaya tersebut ke UNESCO. Selain itu, di dalam negeri sendiri langkah pemerintah diantaranya seperti adanya pembelajaran kebudayaan daerah dalam kurikulum sekolah yang berbasis muatan lokal daerah masing masing, juga dengan adanya pekan budaya yang berguna untuk tetap menjaga keutuhan budaya sehingga dapat diwatiskan ke anak cucu kita.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar