Jumat, 14 Februari 2014

Konsep, Generalisasi, dan Teori Ilmu Ekonomi

A.KONSEP ILMU EKONOMI
1.      Skarsitas
Skarsitas atau kelangkaan adalah sebuah prinsip bahwa sebagian besar barang yang diinginkan orang hanya tersedia dalam jumlah yang terbatas, kecuali barang bebas seperti udara. Dengan demikian, barang umumnya dalam keadaan langka dan harus dijatah, baik melalui mekanisme harga maupun cara lainnya
2.      Produksi
Produksi dapat diartikan secara luas dan sempit. Dalam arti luas, produksi adalah segala usaha untuk menambah atau mempertinggi nilai atau faedah dari suatu barang. Sedangkan dalam arti sempit, produksi adalah segala usaha atau aktivitas untuk menciptakan suatu barang atau mengubah bentuk suatu barang menjadi barang lain.
3.      Konsumsi
Konsumsi adalah segala tindakan manusia yang dapat menimbulkan turun atau hilangnya faedah atau nilai guna suatu barang. Dan menurut Samuelson dan Nordhaus konsumsi adalah sebagai pengeluaran untuk barang dan jasa, seperti makanan, pakaian, mobil, pengobatan, perumahan , dll.
4.      Investasi
Investasi dapat diartikan sebagai perubahan stok modal dalam kurun waktu tertentu, biasanya satu tahun.
5.      Pasar
Pasar adalah sebuah sebuah mekanisme dimana para penjual dan pembeli berinteraksi untuk menentukan harga dan melakukan pertukaran barang dan jasa. Dengan demikian, pasar merupakan keseluruhan permintaan dan penawaran barang dan jasa.
6.      Uang
Uang adalah alat penyelesaian kontraktual dan sebuah store of value, sebuah wahana purchasing power  yang bergerak dalam lintasan waktu. Dengan demikian uang secara umum dapat didefenisikan sebagai alat tukar.

7.      Letter of Credits
Letter of credits adalah satuan surat yang dikeluarkan oleh bank devisa atas permintaan importer nasabaah bank devisa yang bersangkutan dan ditunjukan kepada eksportir diluar negeri yang menjadi relasi dari importer tersebut. Isi surat itu menyatakan bahwa penerima L/C diberi hak oleh importer untuk menarik wesel (surat perintah untuk melunasi utang) atas bank pembuka untuk sejumlah uang yang ttersebut dalam surat itu.
8.      Neraca Pembayaran
Neraca pembayaran adalah keseluruhan catatan akuntansi  dari transaksi-transaksi  internasional suatu Negara dengan Negara lainnya.
9.      Bank (Perbankan)
Bank adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang. Sedangkan menurut undang-undang perbankan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
10.  Koperasi
Koperasi adalah sebuah gerakan ekonomi atau sebagai badan usaha milik bersama yang bertujuan untuk melakukan usaha pemenuhan kebutuhan bbersama seluruh anggota.
11.  Kebutuhan dasar
Konsep kebutuhan dasar telah memainkan peran penting dalam analisis kondisi, khususnya di Negara miskin dan di Negara berkembang. Drenowski dan Scott (1996) mengemukakan bahwa istilah kebutuhan dasar memiliki riwayat yang panjang. Menurut townsend, istilah kebutuhan dasar baru dipakai secara luas sejak Konferensi Tenaga Kerja Dunia (ILO) yang berlangsung di Jenawa tahun 1976, yang mengemukakan bawa kebutuhan dasar memiliki dua unsur.
a.                   kebutuhan dasar meliputi jumlah minimum tertentu yang dibutuhkan oleh suatu     keluarga untuk konsumsi pribadi, meliputi makanan, perumahan, sandang, serta      perabot dan peralatan rumah tangga.
b.                  Kebutuhan dasar meliputi layanan pokok yang disediakan oleh dan untuk   komunitas secara keseluruhan seperti kesehatan, pendidikan, air minum yang aman, sanitasi, angkutan umum, dan fasilitas-fasilitas budaya.

12.  Kewirausahaan
Konsep kewirausahaan merujuk pada suatu sifat keberanian dan keutamaan mengambil resiko dalam kegiatan inovasi. Dari kata wirausaha tersebut , munculah tafsiran yang beragam seperti pedagang, pemilik usaha sampai petualang.
13.  Perpajakan
Konsep perpajakan mengacu pada suatu pembayaran yang dilakukan kepada pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan dalam hal menyelenggarakan jasa-jasa untuk kepentingan umum , sekaligus sebagai sumber pendapatan Negara.
14.  Periklanan
Istilah periklanan mengacu pada suatu komunikasi pasar yang dilakukan para penjual barang dan jasa. Pada mulanya, yang paling banyak memerhatikan bidanhg ini adlah para ekonom, yang pembahasannya didasarkan pada konsep kunci informasi dalam konteks struktur pasar, baik ditingkat local maupun nasional.
15.  Perseroan terbatas
Konsep perseroan terbatas merupakan konsep yang paling populer dalam ekonomi, mendasarkan kepemilikan dan tanggung jawab pada sejumlah saham yang sepenuhnya diakui sebagai badan hukum . terdapat tiga karakteristik dalam perseroan terbats, yaitu:
a.                   Setiap utang perusahaan menjadi tanggung jawab perusahaandan tidak dapat         dikaitkan dengan kekayaan pribadi pemegang saham perusahaannya.
b.                  Identitas perusahaan tidak akan berubah, sekalipun saham dialihkan kepihak lain.
c.                   Hubungan kontraktual dilakukan dan menjadi tanggung jawab dewan direksi
.
B. GENERALISASI ILMU EKONOMI
1.      Skarsitas
Skarsitas (kelangkaan) akan barang dan jasa timbul apabila kebutuhan (keinginan) seseorang ataupun masyarakat lebih besar daripada tersedianya barang dan jasa tersebut. Dengan demikian, skarsitas akan muncul apabila barang dan jasa yang tersedia tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.
2.      peroduksi
Dalam system perekonomian modern, berlangsung berbagai aktivitas produksi yang sangat banyak dan beragam. Dalam masyarakat agraris, aktivitas pertanian menggunakan pupuk, benih, tanah, dan tenaga kerja yang menghasilkan beras dan jagung. Dalam masyarakat industry, pabrik-pabrik  modern menggunakan bahan mentah, energy, mesin, dan tenaga kerja untuk menghasilkan televisi, computer, mobil,telepon dan sebagainya. Dengan demikian, semuanya berusaha untuk berproduksi secara efisien atau dengan biaya yang serendah-rendahnya. Dengan kata lain, mereka selalu berusaha untuk berproduksi pada tingkat output yang maksimum dengan menggunakan sejumlah input tertentu.
3.      Konsumsi
Konsumsi selau merupakan satu-satunya unsure GNP yang terbesar dari seluruh pengeluaran. Untuk itu alat pokok dalam analisis ini adalah bagaimana mengaikatkan pengeluaran untuk konsumsi dengan tingkat pendapatan disposable konsumen. Akan tetapi, perbandingan konsumsi dan pendapatan tersebut tidaklah selalu linear karena ada batas tambahan uang yang di belanjakan untuk makanan, dimana orang tidak dapat makan semakin banyak dan semakin enak terus searah drengan peningkatan pendapatannya. Maka mulai batas tersebut proporsi dari seluruh pengeluaran untuk makan pun mulai menurun atau sebaliknya kecenderungan tabungan semakin menaik.
4.      Investasi
Kenaikan investasi dapat mendorong kenaikan pendapatan. Proses kenaikan pendapatan sebagai akibat kenaikan investasi dapat di kemukakan sebagai berikut. Injeksi dana investasi memungkunkan produsen menghasilkan barang dan jasa yang lebih banyak. Untuk itu, ia akan membeli factor produksi yang lebih banyak lagi. Sebagai akibatnya, pendapatan yang di terima konsumen meningkat. Kenaikan pendapatan konsumen tersebut akan mendorong mereka menambah konsumsi, tabungan, atau keduanya.

5.      Pasar
Dalam sebuah system ekonomi pasar, tidak ada individu maupun organisai yang secara seorang diri bertanggung jawab atas penetapan harga, produksi, konsumsi, dan distribusi. Khusus untuk harga,menggambarkan kesepakatan antara orang dan perusahaan yang dengan suka rela melakukan pertukaram berbagai komoditas. Disamping itu, harga pun merupakan sinyal bagi produsen dan konsumen.
6.      Uang
Pada hakikatnya, uang adlah segala sesuatu  yang dapt di pakai atau di terima untuk melakukan pembayaran, baik barang, jasa, maupun utang. Dengan demikian, secara umum uang dapat di definisikan sebagai segala sesuatu yang secara umum memiliki fungsi sebagai alat tukar menukar,sebagai alat penyimpan kekayaan,dan sebagai alat pengukur nilai nilai.
7.      Letter of credit lc
Di pandang dari sudut kepentingan eksportir dan inportir, system pembayaran yang paling aman adalah letter of credit. Sebab dengan system letter of credit dapat memudahkan pelunasan pembayaran ekspor, mengamankan dana yang di sediakan importer dalam pembayaran barang impor, dan menjamin kelengkapan dokumen pengapalan.
8.      Neraca pembayaran
Dalam membertimbangkan langka-langkah untuk menyeimbangkan neraca pembayaran. Negara yang bersangkutan harus memfokuskan diri pada neraca transaksi berjalan jika ia menginginkan berfungsinya perekonomian riil dan ingin menghindari penurunan terus menerus atas nilai tukar mata uangnya jika sedang deficit.
9.      Bank dan perbankan
Pada dasarnya bank sentral memiliki tugas untuk memelihara agar system moneter bekerja secara efisien sehingga dapat menjamin tercapainya tingkat pertumbuhan kredit atau uang yang beredar sesuai dengan yang di perlukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi tanpa mengakibatkan inflasi yang berarti. Untuk mencapai tujuan tersebut, bank sentral bertanggung jawab atas perumusan serta pelaksanaan moneter, mengatur dan mengawasi serta mengendalikan system moneter.
10.  Koperasi
Beberapa kasus kurang majunya sistem ekonomi koperasi di Indonesia, pada umumnya di sebabkan oleh rendahnya kesadaran berkoperasi serta kurangnya etos kerja yang berdisiplin, baik di tingkat pengurus maupun para anggotanya.

11.  Kebutuhan dasar
Kebutuhan dasar tidak cukup lagi di definisikan hanya dengan mengacu kepada kebutuhan fisik individunya saja, melainkan harus melibatkan syarat-syarat fisik serta pelayanan lainnya yang di butuhkan oleh komunitas local. Penguraian kebutuhan dasar tersebut bergantung pada beberapa asumsi mengenai berfungsi dan berkembangnya masyarakat.
12.  Kewirausahaan
Suatu hal yang menarik untuk di kaji lebih jauh, banyak wirausahaan yang sukses adalah para anggota atau imigran yang walaupun dengan semangat “ kantong kosong”, anggota kelompok minoritas keagamaan yang militant jauh lebih berhasil di banding kelompok lain.
13.  Perpajakan
Tradisi membayar pajak tepat pada waktunya sebagai bagian integral dalam menaati perundangan yang berlaku, tidaklah mudah untuk di laksanakan karena memerlukan tingkat kesadaran yang tinggi dan terjalin kuat rasa saling percaya antara rakyat dengan pemerintah yang ada. Namun, bagi sejumlah pemerintahan yang tidak transparan, korup dan tidak accountable akan sulit menumbuhkan kesadaran bagi rakyatnya untuk mematuhi undang-undang perpajakan tersebut.
14.  Periklanan
Pengaruh periklanan tidak lagi terbatas pada efek-efek ekonomi, melainkan meluas ke berbagai bidang, dan tidak selalu positif tetapi juga negative. Dalam bidang komunikasi social, iklanpun berperan sebagi lokomotif komunikasi social. Ia mencoba menarik para konsumen dengan dimensi-dimensi yang tidak berhubungan langsung dengan promosi barang-barang tersebut, seperti dimensi identitas individual, keluarga atau kelompok, kepuasan atau kebahagiaan, gender, dan sebagainya.
15.  Perseroan terbatas
Badan usaha perseroan terbatas memiliki ciri-ciri independensi yang tinggi serta dapat mengbaikan resiko utang bagi pemilik sahamnya sehingga berani berekspansi secara maksimal, selama masih ada pihak yang mau memberikan pinjaman usahanya. 



C. TEORI EKONOMI
Teori eokonomi makro adalah teori ekonomi yang membahas tentang masalah-masalah ekonomi secara keseluruhan, secara besar-besaran, menyangkut keseluruhan system dan organisasi ekonomi.
Berbeda dengan teori mikro yang merupakan suatu teori yang membahas peristiwa atau hubungan kursal dan fungsional antara beberapa peristiwa ekonomi yang bersifat khusus atau kajian kajian yang lebih terbatas.
1.      Teori Ekonomi Klasik Adam Smith
Adapun pokok-pokok pikiran dari teorinya sabagai berikut :
a)      Kebijaksanaan Pasar
Tercapainya suatu keterlibatan pemerintah yang minimum untuk mencapai suatu ben,tuk persaiangan yang sempurna maka secara otomatis harus bebas atau campur tangan pemerintah semenimal mungkin. Karena itu, semboyan the best government governs the least. Sebab teori tersebut berasumsi bahwa yang akan memaksimumkan pendapatan nasional adalah “tangan-tangan yang tak kelihatan”

b)      Keuntungan Merangsang Bagi Investasi
Menurut pandangan teori ini bahwa keuntungan itu merangsang investasi. Artinya, semakin besar keuntungan, akan semakin besar pula akumulasi modal dan investasi.

c)      Keuntungan Cendrung Menurun
Artinya, keuntungan tidak akan naik secara terus menerus, namun cenderung menurun  apabila persaingan untuk menghimpun modal antarkapitalis meningkat. Alasannya adalah dengan menaiknya upah sebagai akibat  persaingan antarkapitalis. Sementara upah dan sewa naik karena naiknya harga-harga pangan. Hal itu mendapat pembenaran dari Ricardo.

d)     Keadaan Stationer
Para ahli ekonomi klasik meramalkan akan timbulnya keadaan stationer pada akhir proses pemupukan modal. Sekali keuntungan mulai menurun, proses ini akan berlangsung terus sampai keuntungan menjadi nol, pertumbuhan penduduk dan pemupukan modal terhenti, dan tingkat upah mencapai tingkat kebutuhan hidup minimal.

2.      Teori Tahapan Pertumbuhan Ekonomi Modernisasi Rostow

a)      Tahap Tradisional
Masyarakat tradisional dapat di artikan sebagai suatu masyarakat yang strukturnya berkembang di sepanjang fungsi produksi berdasarkan ilmu pengtahuan dan teknologi pra/Newtonian, yaitu zaman dinasti-dinasti Cina, peradaban timur tengah, daerah meditarenia, dan dunia Eropa pada abad pertengahan.

b)      Tahap prakondisi tinggal landas
Tahap ini merupakan masa transisi dimana persyaratan persyaratan pertumbuhan swadaya dibangun untuk diciptakaan.

c)      Tahap tinggal landas
Merupakan masa awal yang menentukan didalam suatu kehidupan masyarakat.

d)     Taahaap kematangan (Maturity)
Merupakan tahapan ketika masyarakaat telah dengan efektif menerapkan serangan teknologi modern terhadap keseluruh sumber daya mereka.

e)      Tahap konsumsi masa tinggi atau besar-besaran
Merupakan suatu masa yang ditandai dengan pencapaian banyak sector penting (leading sector) dalam perekonomian berubah menuju produksi barang dan jasa konsumsi.

3.      Teori Dampak Balik dan Daampak Sebar Gunnnard Myrdal

a)      Dampak balik
Semua perubahanyang bersifat merugikan dari ekspansi ekonomi suatu tempat karena sebab-sebab diluar tempat itu,atau dapat disebut juga dampak migrasi.

b)      Dampak sebar
Mengunjuk pada dampak momentum pembangunan yang menyebar secara sentrifugal dari pusat pengembangan ekonomi ke wilayah-wilayah lainnya.

c)      Ketimpangan regional
Terjadi lebih banyak karena berakar pada dasar nonekonomi yang berkaitan erat dengan system kapitalis yang dikendalikan oleh motif laba, dimana terpusat di wilayah-wilayah (Negara-negara) yang memiliki harapan laba tinggi.
d)     Dampak balik dan dampak sebar
Dalam laju pengembangannya, kedua dampak tersebut tidak mungkin berjalan seimbang. Hal itu disebabkan ketimpangan regional jauh lebih besar di Negara-negara miskin daripada di Negara-negara kaya. Selain itu, di Negara-negara miskin ketimpangan regional semakin melebar, sedangkan di Negara maju menyempit. Hal itu disebabkan oleh semakin tingginya tingkat pembangunan ekonomi yang sudah dicapi suatu Negara, biasanya akan semin kuat pul dampak sebar yang akan terjadi. Dampak sebar akan melemah jika dampak balik semakin kuat sehingga dalam proses yang semakin menggumpal, kemiskinan itu adalah penyebab yang berasal dari dirinya sendiri.

e)      peranan pemerintah
kebijaksanaan nasional sering memburuk ketimpangan regional, terutama oleh peranan kekuatan pasar bebas dan kebijaksanaan liberal sebagai akibat lemahnya dampak sebar.

f)       Ketimpangan internasional
Pada umumnya perdagangan internasional menguntungkan Negara kaya dan memperlemah Negara terbelakang. Sebab Negara maju/kaya memiliki basis industry manufaktur yang kuat dengan dampak sebar yang kuat pula.

g)      Perpindahan modal
Hal ini pun gagal menghapuskan ketimpangan internasional, karena Negara maju lebih menjanjikan keuntungan dan jaminan bagi para investor maka modal akan semakin menjauhkan diri dari Negara terbelakang

4.      Teori Nilai Surplus Karl Marx

Adapun pokok pikiran yang dituangkan Karl Marx dalam Teori Nilai Surplus dapat dikemukakan sebagai berikut.

a)      Jika tenaga kerja adalah satu-satunya penentu nilai, lalu kemana profit dan bunganya? Marx menyebut profit dan bunganya itu sebagai nilai surplus.
b)      Oleh karena itu, ia berkesimpulan bahwa kapitalis dan pemilik tanah adalah pihak yang mengeksploitasi para pekerja.
c)      Jika semua nilai adalah produk dan tenaga kerja maka semua profit yang diterima adalah oleh kapitalis dan pemilik tanah pastilah merupakan nilai surplus yang diambil secara tidak adil dari pendapatan kelas pekerja.
d)     Adapun rumus matematis untu teori nilai surplus dapat dikemukakan bahwa bahwa tingkat profit (p) atau eksploitasi adalah sama dengan nilai surplus (s) dibagi dengan nilai produktif akhir (r). dengan demikian, p = s / r .
e)      Marx membagi nilai produk akhir menjadi dua bentuk capital (modal), yakni capital constan (c) dan capital variable (v). capital konstan mempresentasikan pabrik dan peralatan. Capital adalah biaya tenaga kerja. Jadi persamaan untuk tingkat profit menjadi: p = s(v.c)

5.      Teori Monetarisme Pasar Bebas Friedman

a)      Metodologi positivism, menurut friedman, validitas suatu teori tidak tergantung pada unsur generalisasinya maupun kekokohan asumsi-asumsi dasarnya, melainkan semata-mata pada kesesuaian implikasinya secara relative terhadap implikasi terhadap teori-teori lain, yang di ukur berdasarkan statistik primer.
b)      Pasar di anggap sebagai mekanisme utama dalam menyelesaikan berbagai masalah ekonomi, asalkan di dukung kebebasan politik intelektual. Para ekonom aliran Chicago melihat perekonomian sebagai suatu kondisi yang perlu, namun bukan kondisi cukup untuk menciptakan masyarakat bebas.
c)      Aturan moneter yang ketat lebih di sukai untuk mengambil keputusan yang diskret oleh otoritas pemerintah.
d)     Ia lebih menekankan pada kebijakan moneter Q, kuantitas uang jauh lebih penting dari pada P. opininya yang segar dan sangat berbeda dengan opini fisher dan simons seperti “kilatan tiba-tiba”, baginya “aturan dari sudut pandang kuantitas uang jauh lebih unggul, baik itu untuk jangka pendek maupun jangka panjang, dari pada aturan dari sudut pandang stabilitasi harga”.
e)      Pengelolaan administrative dan intervensi kebijakan ekonomi yang bersifat ad hock hanya akan merusak situasi ekonomi. Dalam soal kebijakan moneter dan fiscal, ia menekankan pentingnya kesinambungan.
f)       Ia menolak standar emas sebagai numeraire moneter dengan dua alasan, yaitu biaya resources nya yang tinggi dan implementasinya yang tidak praktis. Selain itu, produksi emas jarang dapat mengimbangi pertumbuhan ekonomi dan karena itu bersifat deflasioner.
g)      Moneterisme lebih baik dari pada fiskalisme dalam regulasi makro ekonomi.
h)      Kebijakan fiscal baginya di yakini sebagai wahana yang tepat untuk mengentaskan kemiskinan, namun redistribusi pendapatan bagi kalangan di atas garis kemiskinan justru akan lebih banyak menimbulkan kerugian.
i)        Imprealisme disipliner yang menonjolkan penerapan analisis ekonomi oleh para ekonom terhadap semua bidang yang biasanya di anggap sebagai disiplin lain, seperti sejarah, politik, hokum,dan sosiologi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar