A.KONSEP
ILMU EKONOMI
1.
Skarsitas
Skarsitas
atau kelangkaan adalah sebuah prinsip bahwa sebagian besar barang yang
diinginkan orang hanya tersedia dalam jumlah yang terbatas, kecuali barang
bebas seperti udara. Dengan demikian, barang umumnya dalam keadaan langka dan
harus dijatah, baik melalui mekanisme harga maupun cara lainnya
2. Produksi
Produksi
dapat diartikan secara luas dan sempit. Dalam arti luas, produksi adalah segala
usaha untuk menambah atau mempertinggi nilai atau faedah dari suatu barang.
Sedangkan dalam arti sempit, produksi adalah segala usaha atau aktivitas untuk
menciptakan suatu barang atau mengubah bentuk suatu barang menjadi barang lain.
3. Konsumsi
Konsumsi
adalah segala tindakan manusia yang dapat menimbulkan turun atau hilangnya
faedah atau nilai guna suatu barang. Dan menurut Samuelson dan Nordhaus
konsumsi adalah sebagai pengeluaran untuk barang dan jasa, seperti makanan,
pakaian, mobil, pengobatan, perumahan , dll.
4. Investasi
Investasi
dapat diartikan sebagai perubahan stok modal dalam kurun waktu tertentu,
biasanya satu tahun.
5. Pasar
Pasar
adalah sebuah sebuah mekanisme dimana para penjual dan pembeli berinteraksi
untuk menentukan harga dan melakukan pertukaran barang dan jasa. Dengan
demikian, pasar merupakan keseluruhan permintaan dan penawaran barang dan jasa.
6. Uang
Uang
adalah alat penyelesaian kontraktual dan sebuah store of value, sebuah wahana
purchasing power yang bergerak dalam
lintasan waktu. Dengan demikian uang secara umum dapat didefenisikan sebagai
alat tukar.
7. Letter
of Credits
Letter
of credits adalah satuan surat yang dikeluarkan oleh bank devisa atas
permintaan importer nasabaah bank devisa yang bersangkutan dan ditunjukan
kepada eksportir diluar negeri yang menjadi relasi dari importer tersebut. Isi
surat itu menyatakan bahwa penerima L/C diberi hak oleh importer untuk menarik
wesel (surat perintah untuk melunasi utang) atas bank pembuka untuk sejumlah
uang yang ttersebut dalam surat itu.
8. Neraca
Pembayaran
Neraca
pembayaran adalah keseluruhan catatan akuntansi
dari transaksi-transaksi
internasional suatu Negara dengan Negara lainnya.
9. Bank
(Perbankan)
Bank
adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan
untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau
yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal dari bahasa Italia
banca berarti tempat penukaran uang. Sedangkan menurut undang-undang
perbankan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit
dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat
banyak.
10. Koperasi
Koperasi
adalah sebuah gerakan ekonomi atau sebagai badan usaha milik bersama yang
bertujuan untuk melakukan usaha pemenuhan kebutuhan bbersama seluruh anggota.
11. Kebutuhan
dasar
Konsep
kebutuhan dasar telah memainkan peran penting dalam analisis kondisi, khususnya
di Negara miskin dan di Negara berkembang. Drenowski dan Scott (1996)
mengemukakan bahwa istilah kebutuhan dasar memiliki riwayat yang panjang.
Menurut townsend, istilah kebutuhan dasar baru dipakai secara luas sejak
Konferensi Tenaga Kerja Dunia (ILO) yang berlangsung di Jenawa tahun 1976, yang
mengemukakan bawa kebutuhan dasar memiliki dua unsur.
a.
kebutuhan dasar meliputi jumlah minimum
tertentu yang dibutuhkan oleh suatu keluarga
untuk konsumsi pribadi, meliputi makanan, perumahan, sandang, serta perabot dan peralatan rumah tangga.
b.
Kebutuhan dasar meliputi layanan pokok
yang disediakan oleh dan untuk komunitas
secara keseluruhan seperti kesehatan, pendidikan, air minum yang aman, sanitasi, angkutan umum, dan
fasilitas-fasilitas budaya.
12. Kewirausahaan
Konsep
kewirausahaan merujuk pada suatu sifat keberanian dan keutamaan mengambil
resiko dalam kegiatan inovasi. Dari kata wirausaha tersebut , munculah tafsiran
yang beragam seperti pedagang, pemilik usaha sampai petualang.
13. Perpajakan
Konsep
perpajakan mengacu pada suatu pembayaran yang dilakukan kepada pemerintah untuk
membiayai pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan dalam hal menyelenggarakan
jasa-jasa untuk kepentingan umum , sekaligus sebagai sumber pendapatan Negara.
14. Periklanan
Istilah
periklanan mengacu pada suatu komunikasi pasar yang dilakukan para penjual
barang dan jasa. Pada mulanya, yang paling banyak memerhatikan bidanhg ini
adlah para ekonom, yang pembahasannya didasarkan pada konsep kunci informasi
dalam konteks struktur pasar, baik ditingkat local maupun nasional.
15. Perseroan
terbatas
Konsep
perseroan terbatas merupakan konsep yang paling populer dalam ekonomi,
mendasarkan kepemilikan dan tanggung jawab pada sejumlah saham yang sepenuhnya
diakui sebagai badan hukum . terdapat tiga karakteristik dalam perseroan
terbats, yaitu:
a.
Setiap utang perusahaan menjadi tanggung
jawab perusahaandan tidak dapat dikaitkan
dengan kekayaan pribadi pemegang saham perusahaannya.
b.
Identitas perusahaan tidak akan berubah,
sekalipun saham dialihkan kepihak lain.
c.
Hubungan kontraktual dilakukan dan
menjadi tanggung jawab dewan direksi
.
B.
GENERALISASI ILMU EKONOMI
1. Skarsitas
Skarsitas
(kelangkaan) akan barang dan jasa timbul apabila kebutuhan (keinginan)
seseorang ataupun masyarakat lebih besar daripada tersedianya barang dan jasa
tersebut. Dengan demikian, skarsitas akan muncul apabila barang dan jasa yang
tersedia tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.
2. peroduksi
Dalam
system perekonomian modern, berlangsung berbagai aktivitas produksi yang sangat
banyak dan beragam. Dalam masyarakat agraris, aktivitas pertanian menggunakan
pupuk, benih, tanah, dan tenaga kerja yang menghasilkan beras dan jagung. Dalam
masyarakat industry, pabrik-pabrik
modern menggunakan bahan mentah, energy, mesin, dan tenaga kerja untuk
menghasilkan televisi, computer, mobil,telepon dan sebagainya. Dengan demikian,
semuanya berusaha untuk berproduksi secara efisien atau dengan biaya yang
serendah-rendahnya. Dengan kata lain, mereka selalu berusaha untuk berproduksi
pada tingkat output yang maksimum dengan menggunakan sejumlah input tertentu.
3. Konsumsi
Konsumsi
selau merupakan satu-satunya unsure GNP yang terbesar dari seluruh pengeluaran.
Untuk itu alat pokok dalam analisis ini adalah bagaimana mengaikatkan
pengeluaran untuk konsumsi dengan tingkat pendapatan disposable konsumen. Akan
tetapi, perbandingan konsumsi dan pendapatan tersebut tidaklah selalu linear
karena ada batas tambahan uang yang di belanjakan untuk makanan, dimana orang
tidak dapat makan semakin banyak dan semakin enak terus searah drengan
peningkatan pendapatannya. Maka mulai batas tersebut proporsi dari seluruh
pengeluaran untuk makan pun mulai menurun atau sebaliknya kecenderungan
tabungan semakin menaik.
4. Investasi
Kenaikan
investasi dapat mendorong kenaikan pendapatan. Proses kenaikan pendapatan
sebagai akibat kenaikan investasi dapat di kemukakan sebagai berikut. Injeksi
dana investasi memungkunkan produsen menghasilkan barang dan jasa yang lebih
banyak. Untuk itu, ia akan membeli factor produksi yang lebih banyak lagi.
Sebagai akibatnya, pendapatan yang di terima konsumen meningkat. Kenaikan
pendapatan konsumen tersebut akan mendorong mereka menambah konsumsi, tabungan,
atau keduanya.
5. Pasar
Dalam
sebuah system ekonomi pasar, tidak ada individu maupun organisai yang secara
seorang diri bertanggung jawab atas penetapan harga, produksi, konsumsi, dan
distribusi. Khusus untuk harga,menggambarkan kesepakatan antara orang dan
perusahaan yang dengan suka rela melakukan pertukaram berbagai komoditas.
Disamping itu, harga pun merupakan sinyal bagi produsen dan konsumen.
6. Uang
Pada
hakikatnya, uang adlah segala sesuatu
yang dapt di pakai atau di terima untuk melakukan pembayaran, baik
barang, jasa, maupun utang. Dengan demikian, secara umum uang dapat di
definisikan sebagai segala sesuatu yang secara umum memiliki fungsi sebagai
alat tukar menukar,sebagai alat penyimpan kekayaan,dan sebagai alat pengukur
nilai nilai.
7. Letter
of credit lc
Di
pandang dari sudut kepentingan eksportir dan inportir, system pembayaran yang
paling aman adalah letter of credit. Sebab dengan system letter of credit dapat
memudahkan pelunasan pembayaran ekspor, mengamankan dana yang di sediakan
importer dalam pembayaran barang impor, dan menjamin kelengkapan dokumen
pengapalan.
8. Neraca
pembayaran
Dalam
membertimbangkan langka-langkah untuk menyeimbangkan neraca pembayaran. Negara
yang bersangkutan harus memfokuskan diri pada neraca transaksi berjalan jika ia
menginginkan berfungsinya perekonomian riil dan ingin menghindari penurunan
terus menerus atas nilai tukar mata uangnya jika sedang deficit.
9. Bank
dan perbankan
Pada
dasarnya bank sentral memiliki tugas untuk memelihara agar system moneter
bekerja secara efisien sehingga dapat menjamin tercapainya tingkat pertumbuhan
kredit atau uang yang beredar sesuai dengan yang di perlukan untuk mencapai
pertumbuhan ekonomi tanpa mengakibatkan inflasi yang berarti. Untuk mencapai
tujuan tersebut, bank sentral bertanggung jawab atas perumusan serta
pelaksanaan moneter, mengatur dan mengawasi serta mengendalikan system moneter.
10. Koperasi
Beberapa
kasus kurang majunya sistem ekonomi koperasi di Indonesia, pada umumnya di
sebabkan oleh rendahnya kesadaran berkoperasi serta kurangnya etos kerja yang
berdisiplin, baik di tingkat pengurus maupun para anggotanya.
11. Kebutuhan
dasar
Kebutuhan
dasar tidak cukup lagi di definisikan hanya dengan mengacu kepada kebutuhan
fisik individunya saja, melainkan harus melibatkan syarat-syarat fisik serta
pelayanan lainnya yang di butuhkan oleh komunitas local. Penguraian kebutuhan
dasar tersebut bergantung pada beberapa asumsi mengenai berfungsi dan
berkembangnya masyarakat.
12. Kewirausahaan
Suatu
hal yang menarik untuk di kaji lebih jauh, banyak wirausahaan yang sukses
adalah para anggota atau imigran yang walaupun dengan semangat “ kantong
kosong”, anggota kelompok minoritas keagamaan yang militant jauh lebih berhasil
di banding kelompok lain.
13. Perpajakan
Tradisi
membayar pajak tepat pada waktunya sebagai bagian integral dalam menaati
perundangan yang berlaku, tidaklah mudah untuk di laksanakan karena memerlukan
tingkat kesadaran yang tinggi dan terjalin kuat rasa saling percaya antara
rakyat dengan pemerintah yang ada. Namun, bagi sejumlah pemerintahan yang tidak
transparan, korup dan tidak accountable akan sulit menumbuhkan kesadaran bagi
rakyatnya untuk mematuhi undang-undang perpajakan tersebut.
14. Periklanan
Pengaruh
periklanan tidak lagi terbatas pada efek-efek ekonomi, melainkan meluas ke
berbagai bidang, dan tidak selalu positif tetapi juga negative. Dalam bidang
komunikasi social, iklanpun berperan sebagi lokomotif komunikasi social. Ia
mencoba menarik para konsumen dengan dimensi-dimensi yang tidak berhubungan
langsung dengan promosi barang-barang tersebut, seperti dimensi identitas
individual, keluarga atau kelompok, kepuasan atau kebahagiaan, gender, dan
sebagainya.
15. Perseroan
terbatas
Badan
usaha perseroan terbatas memiliki ciri-ciri independensi yang tinggi serta dapat
mengbaikan resiko utang bagi pemilik sahamnya sehingga berani berekspansi
secara maksimal, selama masih ada pihak yang mau memberikan pinjaman
usahanya.
C.
TEORI EKONOMI
Teori eokonomi makro
adalah teori ekonomi yang membahas tentang masalah-masalah ekonomi secara
keseluruhan, secara besar-besaran, menyangkut keseluruhan system dan organisasi
ekonomi.
Berbeda dengan teori mikro yang merupakan suatu teori yang membahas peristiwa atau hubungan kursal dan fungsional antara beberapa peristiwa ekonomi yang bersifat khusus atau kajian kajian yang lebih terbatas.
Berbeda dengan teori mikro yang merupakan suatu teori yang membahas peristiwa atau hubungan kursal dan fungsional antara beberapa peristiwa ekonomi yang bersifat khusus atau kajian kajian yang lebih terbatas.
1. Teori
Ekonomi Klasik Adam Smith
Adapun pokok-pokok
pikiran dari teorinya sabagai berikut :
a) Kebijaksanaan
Pasar
Tercapainya
suatu keterlibatan pemerintah yang minimum untuk mencapai suatu ben,tuk
persaiangan yang sempurna maka secara otomatis harus bebas atau campur tangan
pemerintah semenimal mungkin. Karena itu, semboyan the best government governs
the least. Sebab teori tersebut berasumsi bahwa yang akan memaksimumkan
pendapatan nasional adalah “tangan-tangan yang tak kelihatan”
b) Keuntungan
Merangsang Bagi Investasi
Menurut
pandangan teori ini bahwa keuntungan itu merangsang investasi. Artinya, semakin
besar keuntungan, akan semakin besar pula akumulasi modal dan investasi.
c) Keuntungan
Cendrung Menurun
Artinya,
keuntungan tidak akan naik secara terus menerus, namun cenderung menurun apabila persaingan untuk menghimpun modal
antarkapitalis meningkat. Alasannya adalah dengan menaiknya upah sebagai akibat persaingan antarkapitalis. Sementara upah dan
sewa naik karena naiknya harga-harga pangan. Hal itu mendapat pembenaran dari
Ricardo.
d) Keadaan
Stationer
Para
ahli ekonomi klasik meramalkan akan timbulnya keadaan stationer pada akhir
proses pemupukan modal. Sekali keuntungan mulai menurun, proses ini akan
berlangsung terus sampai keuntungan menjadi nol, pertumbuhan penduduk dan
pemupukan modal terhenti, dan tingkat upah mencapai tingkat kebutuhan hidup
minimal.
2. Teori
Tahapan Pertumbuhan Ekonomi Modernisasi Rostow
a) Tahap
Tradisional
Masyarakat
tradisional dapat di artikan sebagai suatu masyarakat yang strukturnya
berkembang di sepanjang fungsi produksi berdasarkan ilmu pengtahuan dan
teknologi pra/Newtonian, yaitu zaman dinasti-dinasti Cina, peradaban timur
tengah, daerah meditarenia, dan dunia Eropa pada abad pertengahan.
b) Tahap
prakondisi tinggal landas
Tahap
ini merupakan masa transisi dimana persyaratan persyaratan pertumbuhan swadaya
dibangun untuk diciptakaan.
c) Tahap
tinggal landas
Merupakan
masa awal yang menentukan didalam suatu kehidupan masyarakat.
d) Taahaap
kematangan (Maturity)
Merupakan
tahapan ketika masyarakaat telah dengan efektif menerapkan serangan teknologi
modern terhadap keseluruh sumber daya mereka.
e) Tahap
konsumsi masa tinggi atau besar-besaran
Merupakan suatu masa yang ditandai
dengan pencapaian banyak sector penting (leading sector) dalam perekonomian
berubah menuju produksi barang dan jasa konsumsi.
3.
Teori Dampak Balik dan Daampak Sebar
Gunnnard Myrdal
a) Dampak
balik
Semua perubahanyang
bersifat merugikan dari ekspansi ekonomi suatu tempat karena sebab-sebab diluar
tempat itu,atau dapat disebut juga dampak migrasi.
b) Dampak
sebar
Mengunjuk pada dampak
momentum pembangunan yang menyebar secara sentrifugal dari pusat pengembangan
ekonomi ke wilayah-wilayah lainnya.
c) Ketimpangan
regional
Terjadi lebih banyak
karena berakar pada dasar nonekonomi yang berkaitan erat dengan system
kapitalis yang dikendalikan oleh motif laba, dimana terpusat di wilayah-wilayah
(Negara-negara) yang memiliki harapan laba tinggi.
d) Dampak
balik dan dampak sebar
Dalam laju
pengembangannya, kedua dampak tersebut tidak mungkin berjalan seimbang. Hal itu
disebabkan ketimpangan regional jauh lebih besar di Negara-negara miskin
daripada di Negara-negara kaya. Selain itu, di Negara-negara miskin ketimpangan
regional semakin melebar, sedangkan di Negara maju menyempit. Hal itu
disebabkan oleh semakin tingginya tingkat pembangunan ekonomi yang sudah dicapi
suatu Negara, biasanya akan semin kuat pul dampak sebar yang akan terjadi.
Dampak sebar akan melemah jika dampak balik semakin kuat sehingga dalam proses
yang semakin menggumpal, kemiskinan itu adalah penyebab yang berasal dari
dirinya sendiri.
e) peranan
pemerintah
kebijaksanaan nasional
sering memburuk ketimpangan regional, terutama oleh peranan kekuatan pasar bebas
dan kebijaksanaan liberal sebagai akibat lemahnya dampak sebar.
f) Ketimpangan
internasional
Pada umumnya
perdagangan internasional menguntungkan Negara kaya dan memperlemah Negara
terbelakang. Sebab Negara maju/kaya memiliki basis industry manufaktur yang
kuat dengan dampak sebar yang kuat pula.
g) Perpindahan
modal
Hal ini pun gagal
menghapuskan ketimpangan internasional, karena Negara maju lebih menjanjikan
keuntungan dan jaminan bagi para investor maka modal akan semakin menjauhkan
diri dari Negara terbelakang
4. Teori
Nilai Surplus Karl Marx
Adapun pokok pikiran yang
dituangkan Karl Marx dalam Teori Nilai Surplus dapat dikemukakan sebagai
berikut.
a) Jika
tenaga kerja adalah satu-satunya penentu nilai, lalu kemana profit dan
bunganya? Marx menyebut profit dan bunganya itu sebagai nilai surplus.
b) Oleh
karena itu, ia berkesimpulan bahwa kapitalis dan pemilik tanah adalah pihak
yang mengeksploitasi para pekerja.
c) Jika
semua nilai adalah produk dan tenaga kerja maka semua profit yang diterima
adalah oleh kapitalis dan pemilik tanah pastilah merupakan nilai surplus yang
diambil secara tidak adil dari pendapatan kelas pekerja.
d) Adapun
rumus matematis untu teori nilai surplus dapat dikemukakan bahwa bahwa tingkat
profit (p) atau eksploitasi adalah sama dengan nilai surplus (s) dibagi dengan
nilai produktif akhir (r). dengan demikian, p = s / r .
e) Marx
membagi nilai produk akhir menjadi dua bentuk capital (modal), yakni capital
constan (c) dan capital variable (v). capital konstan mempresentasikan pabrik
dan peralatan. Capital adalah biaya tenaga kerja. Jadi persamaan untuk tingkat
profit menjadi: p = s(v.c)
5. Teori
Monetarisme Pasar Bebas Friedman
a) Metodologi
positivism, menurut friedman, validitas suatu teori tidak tergantung pada unsur
generalisasinya maupun kekokohan asumsi-asumsi dasarnya, melainkan semata-mata
pada kesesuaian implikasinya secara relative terhadap implikasi terhadap
teori-teori lain, yang di ukur berdasarkan statistik primer.
b) Pasar
di anggap sebagai mekanisme utama dalam menyelesaikan berbagai masalah ekonomi,
asalkan di dukung kebebasan politik intelektual. Para ekonom aliran Chicago
melihat perekonomian sebagai suatu kondisi yang perlu, namun bukan kondisi
cukup untuk menciptakan masyarakat bebas.
c) Aturan
moneter yang ketat lebih di sukai untuk mengambil keputusan yang diskret oleh
otoritas pemerintah.
d) Ia
lebih menekankan pada kebijakan moneter Q, kuantitas uang jauh lebih penting
dari pada P. opininya yang segar dan sangat berbeda dengan opini fisher dan
simons seperti “kilatan tiba-tiba”, baginya “aturan dari sudut pandang
kuantitas uang jauh lebih unggul, baik itu untuk jangka pendek maupun jangka
panjang, dari pada aturan dari sudut pandang stabilitasi harga”.
e) Pengelolaan
administrative dan intervensi kebijakan ekonomi yang bersifat ad hock hanya
akan merusak situasi ekonomi. Dalam soal kebijakan moneter dan fiscal, ia
menekankan pentingnya kesinambungan.
f) Ia
menolak standar emas sebagai numeraire moneter dengan dua alasan, yaitu biaya
resources nya yang tinggi dan implementasinya yang tidak praktis. Selain itu,
produksi emas jarang dapat mengimbangi pertumbuhan ekonomi dan karena itu
bersifat deflasioner.
g) Moneterisme
lebih baik dari pada fiskalisme dalam regulasi makro ekonomi.
h) Kebijakan
fiscal baginya di yakini sebagai wahana yang tepat untuk mengentaskan
kemiskinan, namun redistribusi pendapatan bagi kalangan di atas garis
kemiskinan justru akan lebih banyak menimbulkan kerugian.
i)
Imprealisme disipliner yang menonjolkan
penerapan analisis ekonomi oleh para ekonom terhadap semua bidang yang biasanya
di anggap sebagai disiplin lain, seperti sejarah, politik, hokum,dan sosiologi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar